chapter one

Chapter one

                Nafasku sesak ,seolah oksigen di udara sangat menipis pagi ini.Aku masih menggenggam kertas bermotif itu,wangi,dan warnanya tiba-tiba menjadi abu-abu padahal sedetik tadi berwarna biru,seakan air mataku menorehkan tinta pada kertas itu.Aku bersandar pada dinding kamarku,berusaha untuk bisa berdiri tegak,karena kakiku menjadi manja yang membuat tubuhku ingin di baringkan saja,karena tak mau menopang tubuhku saat ini.

Masih saja ada wajahmu memenuhi pikiranku hingga sekarang,belum juga kamu mengerti betapa otakku sudah retak karena terpenuhi wajahmu,namamu,senyummu,tuturkatamu,tingkah lakumu,dan semua tentang kita.Dan mengapa kamu datang dalam perwakilan pada sederetan kata yang pagi ini hampir saja menghentikan detak jantungku,memecahkan otakku,dan menghilangkan akal sehatku.Kenapa bukan kamu seutuhnya yang menghampiriku sekarang,agar aku tak merasakan sesakit ini.

Betapa aku ingin sekali bertemu dan bisa memelukmu untuk terakhir kalinya,sebelum kau aku ubah menjadi kenangan di dalam hatiku,dan ku  hapus dirimu dari memori otakku.Aku ingin kesempatan itu,meskipun hanya bisa melihatmu dari jauh,sekalipun hanya melihat bayangannmu saja,aku hanya ingin melihat yang nyata darimu,bukan ini.Dan aku ingin semua ini terjadi sebelum kau benar-benar menjalani hidup barumu,bersama mahkluk yang engkau pilih.

Beep…Beep…Beep…  dering ponselku mengalihkan pikiranku,aku melangkah menuju meja dimana ponselku berada.

Hallo Dit,kamu dimana??” terdengar suara halus dari sebrang sana,sosok yang hampir satu tahun aku kenal,dia teman dekatku,Cindy.

Adit,kok diem sih?kamu lagi sakit ya?” Ucapnya lagi karena aku tak menjawab pertanyaannya.

di kost “ Ucapku singkat,dan mematikan ponselku.Aku masih menatap kertas itu,meremasnya dan melemparnya ke sudut ruangan.

shit !!!!” umpatku dalam hati.Rasanya sakit,akal sehatku tak bisa berfikir jernih,tak henti-hentinya air mataku yang dulu beku sekarang mencair dan mengalir begitu saja,wajahku sembab,hatiku hancur,betapa hatiku menjadi seperti seorang wanita pagi ini,cengeng!!.

>>>>>>∞<<<<<<

                “Tok…Tokk..tok…,adit buka pintunya dong “ Terdengar suara Cindy di depan sana,hampir 10 menit dia menungguku untuk membukakan pintu,

Aku Cuma mau pamit adit,keretaku setengah jam lagi berangkat.Please,buka pintunya..

Ucap cindy memohon untuk di bukakan pintu,cindy ingin berpamitan karena senin depan dia sudah mulai kuliah di Semarang.

Emh,okelah..,aku berangkat ya.Jaga dirimu baik-baik disni.Terima kasih”  Ucap cindy yang masih dibalik pintu,dan langkah kakinya menjauhi halaman kost adit.Taxi membawa cindy ke stasiun gambir,adit melihat taxi itu dari jendela kamar dan lama-lama menghilang dari pandangannya.

Maaf cin,aku tak ingin bertemu siapapun hari ini.” Ucapku dalam hati dan duduk di pinggir tempat tidurku,Ku bakar sebatang rokok sembari menyalakan televisi.Dan meraih ponselku,ku tekan tombol atas ponsel,agar ponselku aktif kembali.

Beep…,” Tidak lama ponselku menerima pesan,

“ Adit,mgkn kita g akn brtmu lagi skrg.stlh smester 2 nanti,ak akn menikah.mav ak tak pnh crta kpdmu sblm’a.hari ini ak brhrp skali bs bertmu dgnmu,tp trnyta ak tk pny ksmptan itu.trma ksih km mau mnjdi tmnku slma ini.cindy…

Setelah menerima pesan itu,hatiku merasa hancur untuk kedua kalinya.Entah mengapa aku merasa sakit,apa aku menaruh rasa pada Cindy juga,gadis periang dan baik hati itu.Meskipun aku selalu mengacuhkan dia,tapi dia tak pernah berhenti baik padaku.

Aku mengambil jaketku,dan beranjak pergi ke stasiun dengan mengandarai sepeda motorku.Kini aku yang berharap untuk bisa bertemu Cindy,meskipun dari jauh pun aku ingin merekam wajahnya ke dalam otak dan hatiku,aku ingin bisa bertemu dengan cindy seperti betapa besar harapku ingin bertemu denganmu Joan,untuk terakhir kalinya.

Masih ada waktu 10 menit lagi sebelum kereta berangkat dan akhirnya sampai juga di stasiun.Setelah membeli karcis peron,aku langsung berlari mencari cindy.Dan mataku langsung menemukan sosoknya yang hendak masuk kedalam gerbong kereta,

Ciiinnddiii… “ ucapku yang hampir teriak,sembari berlari menuju tempatnya berdiri sekarang.Kulihat ia mendengar suaraku dan ia pun langsung tersenyum melihatku menghampirinya.

Langsung kupeluk tubuhnya dengan erat ketika aku sudah sampai dihadapannya,aku tak peduli dengan sekelilingku yang tajam melihatku memeluk cindy.

Dit , sudah yah. Keretaku sebentar lagi berangkat .” Bisik Cindy yang membuatku melepaskan dekapannku. Ku pandangi wajahnya yang penuh senyum, wajah yang tak pernah marah padaku , wajah yang selalu ada di hadapanku ketika hidup ini terasa begitu pahit .

Hati-hati ya,jaga diri baik-baik disana. “ Ucapku lirih karena menahan kata-kata yang masih tersimpan dalam hati. Ingin ku ungkapkan perasaanku pada Cindy,karena aku tahu bahwa aku hampir saja  jatuh hati padanya. Berat rasanya untuk mengungkapkan rasa ini , seberat perasaanku merelakan Joan. Meski kurasa bukanlah cinta,tapi jujur aku sayang pada Cindy.

Kamu juga Dit,jaga diri baik-baik ya.” Ucap Cindy sambil melangkahkan kaki masuk ke gerbong kereta.

Aku sayang kamu … “ Ucapku lirih sambil melambaikan tangan kearahnya,dan berharap suatu saat nanti bisa berjumpa dengan Cindy lagi.

Kereta Perlahan melaju dan akhirnya menghilang dari pandanganku.Membawa Cindy pergi ketempat tujuannya sekarang. Kota Semarang yang tak pernah aku kunjungi sama sekali,entah bagaimana kehidupan disana. Tapi aku berharap semoga Cindy baik-baik saja disana,bisa menyelesaikan kuliahnya,dan bisa menikah dengan orang yang ia cinta.

Sakit hatiku mengucap kata pernikahan. Seolah itu adalah kata-kata maut yang tidak boleh di ucapkan. Karena itu bisa menghentikan nafasku,mengancam otakku,melumpuhkan ragaku,dan membuatku tak merasa hidup,mungkin mati adalah jalan yang terbaik,karena semua itu mampu menghilangkan akal sehatku

>>>>>>∞<<<<<<

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s